Aduh Dende

aduh dende database film lombok visualize

Aduh Dende

8.0 /10 432 Views No Comments

Overview

Aduh Dende Menceritakan tentang bagaimana tersiksanya seorang gadis yang menikah dini dengan alur mundur. Dimana cerita diawali dengan seorang gadis yang ikut menjemur tembakau di tengah panasnya hari, ia ternyata tengah hamil tua. Tiba-tiba ia terjatuh dan merasakan sakit di perutnya. Disaat ia merasakan sakit, ia mengikat bagaimana dulu ia menikah muda dan hidup sengsara dengan suaminya dan ia menyesal.

Film yang dirilis tahun 2014 ini merupakan produksi Pratama Pictures yang bekerjasama dengan Gagas Foundation, sebuah organisasi nirlaba yang konsen melindungi anak-anak. Film ini berusaha menggiring penonton untuk merasakan kesedihan dan kesengsaraan si tokoh, baik melalui musik maupun adegan-adegannya. Saya rasa pendramatisiran cerita pada film ini cukup berhasil karena saya sendiri merasa sedikit sedih saat menontonya.

Pengambilan gambar film Aduh Dende pun cukup indah, terlebih saat adegan pembuka yang menunjukan sekelompok perempuan bekerja di sawah saat teriknya matahari. Dalam aspek sinematografi, sang sinematografer Rizky Pratama Patut diacungi jempol.

Tetapi ada yang sedikit ganjal dalam alur cerita Aduh Dende ini, entah mengapa adegan saat si tokoh terjatuh, tidak ada yang menolong padahal  ia tidak sendirian. Dan sepertinya adegan terjatuh ini tidak tepat digunakan sebagai titik balik tokoh menyesali keputusannya untuk menikah.

Bayangkan saja, seorang perempuan tengah hamil tua terjatuh dalam posisi tengkurap. Sesuatu yang secara fisik sangat menyakitkan dan seandainya terjadi di dunia nyata, perempuan itu harusnya mengalami cidera yang cukup parah sehingga tak punya waktu memikirkan apapun selain rasa sakit.

Tetapi tetap saja, dramatisir dalam film Aduh Dende ini cukup berhasil. Lebih-lebih acting si tokoh perempuannya yang diperankan oleh Uswatun Hasanah patut diacungi jempol. Adegan saat membanting pintu dan menutup pintu dengan kaki adalah favorit saya. Film ini sangat efektif digunakan sebagai kampanye untuk melawan pernikahan dini di pulau lombok dan indonesia secara umum.

Leave us a comment

comment